Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada
tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang.
Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang
dari Universitas
Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan
Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo
Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.
Dalam
bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah
kampus: Kampus I di
Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas.
![]() |
| Gedung Kuliah Bersama I Kampus III UMM |
Visi
Menjadikan Universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam.
Menjadikan Universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam.
Misi
· Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu.
· Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia.
· Menyelenggarakan pengelolaan universitas yang amanah.
· Menyelenggarakan civitas akademika dalam kehidupan yang
Islami sehingga mampu beruswah khasanah.
· Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain yang
saling menguntungkan dalam pengembangan IPTEKS.
·
Arti
Lambang
|
|
TULISAN ARAB MUHAMMADIYAH
Sebagai
pengikut ajaran Nabi Muhammad
MATAHARI BERSINAR 12
Organisasi
Muhammadiyah berdiri 1912
DUA KALIMAT SYAHADAT
Sebagai
Ikrar dalam ajaran Islam, yaitu kesaksian bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan Pengakuan
Muhammad
sebagai utusan Allah
PADI DAN KAPAS
Bermaksud
memperjuangkan adil dan makmur berupa sandang
dan pangan serta tabiat seperti padi : ”Semakin
berisi semakin merunduk”
|
![]() | |||
| Masjid AR Fachruddin |
Biografi Rektor
|
|
Muhadjir Effendy adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dikenal sebagai seorang intelektual Muslim yang memiliki kepakaran multidisipliner. Tak hanya bidang manajemen pendidikan, ia juga menguasai bidang agama, sosiologi, politik dan kemiliteran. Meski tetap setia menjadi dosen di jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Malang (UM) sebagai home base
kepegawaiannya, ia juga dikenal luas sebagai tokoh pendidikan yang
lahir dari rahim Persyarikatan Muhammadiyah dan mewakafkan sebagian
besar waktunya untuk mengurus umat dan bangsa melalui dunia pendidikan.
Karier Muhadjir di UMM diawali sebagai karyawan honorer, dosen, dan kemudian menjadi Pembantu Rektor III pada usia yang relatif muda, pada tahun 1984 ketika rektor dijabat oleh Abdul Malik Fadjar. Lalu pada tahun 1996 ia diangkat menjadi Pembantu Rektor I. Pada periode inilah ia memegang peran penting dalam kepemimpinan UMM karena praktis harus memerankan posisi Malik Fadjar yang diangkat menjadi Dirjen Binbaga Islam, Departemen Agama RI. Pada akhirnya ia memperoleh amanah sebagai rektor sejak 2000, dan terus dipercaya baik oleh civitas akademika UMM maupun Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga saat ini. Gaya kempimpinan Muhadjir di UMM yang sering berfikir out of the box tak jarang melahirkan karya-karya besar. Di bawah kepemimpinannya, UMM maju pesat dengan berbagai kepeloporan dan menjadi trend bagi pengembangan kampus-kampus lain. UMM merupakan kampus yang memulai membangun virus kewirausahaan melalui unit-unit profit center yang berhasil. Di samping itu, sebagai kampus swasta UMM justru lebih awal membangun dan mengoperasikan Rumah Sakit Pendidikan dengan swadana dan kini cukup berhasil. Sebelumnya, UMM telah menjadi contoh yang baik dalam mengembangkan energi alternatif bahkan meraih prestasi tingkat ASEAN berkat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). |
Rektor UMM
|




0 komentar:
Posting Komentar